Nyanyian Abadi Dari Kolong Panggung

0

By : Ferdinand Mokodompit

Kusisipkan bait-bait doa keteduhan untuk mu, untuk dia dan untuk-Nya

Serta Untuk kalian yang telah berjuang tanpa lelah untuk kami dan untuk mereka,

Bait-bait Do’a yang sesungguhnya adalah nyanyian nyinyir hati,

yang hanya dapat dipahami dengan aksara-aksara bermakna tentang irama hidup tanpa nada..

Nyanyian nyinyir hati yang hanya dapat dititipkan pada peraduan rembulan ..

Disaat hati dilanda gundah gulana dan dirajam sepi dalam kebisuan..

Pada butiran-butir embun dipagi hari yang tanpa henti selalu menawarkan harapan,

lewat nada-nada kejujuran dalam orasi dusta pada panggung opera sabun

lewat igauan diantara ruang-ruang sempit untuk membahasakan kegamangan, kekalahan & kemenangan

Nyanyian nyinyir hati yang dibalut dalam keaneka-ragaman kata dan rasa…

nyanyian nyinyir hati yang dibalut dalam air mata kemenangan dan kekalahan..

nyanyian nyinyir hati tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah…

nyanyian Nyinyir hati tentang keikhlasan untuk menerima takdir keadaan negeri..

seperti jawaban saat menaklukkan hati dan diri

serta memaafkan sanubari dan nurani

bahwa semua sudah diatur oleh Allah dalam tata kosmos kehidupan yang seimbang

bahwa selalu ada alasan untuk setiap tetes airmata dalam senang dan gamang

Nyanyian nyinyir hati dan bait do’a keteduhan kepada Allah untuk kalian

Biarlah Allah yang menjadi saksi betapa ikhlasnya hati kami untuk menjadi rakyat…

Biarlah Allah yang menjadi saksi betapa hati kami selalu terbuka walau gamang

Biarlah Allah yang menjadi saksi betapa kami sangat siap dan taat untuk dijadikan judul dan alasan

saat negeri butuh dagangan dan jualan perasaan

kami tetap mencintai kalian karena Allah

kami tetap akan mencintai kalian karena kalian adalah saudara kami..

kami tetap akan Menghormati kalian karena kalian adalah bagian dari kami juga..

 

kami yang selalu setia berada di bawah kolong disaat kalian berada diatas panggung kehidupan

kami akan selalu menyanyangi kalian walaupun hingga kini kata maaf sering terlupa untuk kalian sampaikan

agar nyanyian nyinyir hati kami menjadi teduh kembali..

dan tak perlu risau karena kami sudah terbiasa menerima takdir tanpa aksara kata maaf,

dan demikianlah dalam hal ini, bait-bait do’a keteduhan akan selalu kusisipkan untukmu, untuk dia dan untuk Kalian…

agar kami selalu teduh untuk menerima semua baik dalam sorak kemenangan ataupun dalam keluhan duka

serta dalam berbagai judul untuk membahasakan keteduhan Wajah dan takdir negeri ini.sany2036

Bagikan.

Tentang penulis

Imam Nurcahyo

Jurnalis dan pengelola media lokal di Bojonegoro

Tinggalkan Balasan